My Experience

Wasiat Nabiullah Khidir a.s.

Sebelum Nabi Khidir berpisah dengan Nabi Musa as yang tidak sabaran,beliau berpesan, “Wahai Musa, sesungguhnya orang yang selalu memberinasihat itu tidak pernah merasa jemu seperti kejemuan orang-orang yangmendengarkannya. Maka janganlah kamu berlama-lama dalam menasihatikaummu.Dan ketahuilah bahwa hatimu itu ibarat sebuah bejana yang kamu rawatdan pelihara dari hal-hal yang memecahkannya. Kurangilah usaha-usahaduniawimu dan buanglah jauh-jauh di belakangmu, karena dunia ini bukanlahalam yang akan kamu tempati selamanya. Kamu diciptakan adalah untukmencari tabungan pahala-pahala akhirat nanti.Bersikap ikhlaslah dan bersabar hati menghadapi kemaksiatan yangdilakukan kaummu. Hai Musa, tumpahkanlah seluruh pengetahuan(ilmu)-mu,karena tempat yang kosong akan terisi oleh ilmu yang lain. Janganlah kamubanyak mengomongkan lmumu karena kamu akan dipisahkan oleh kaum ulama.Maka bersikaplah sederhana saja, sebab sederhana itu akanmenghalangi aibmu dan akan membukakan taufik hidayah Allah untukmu.Berantaslah kejahilan kamu dengan cara membuang sikap masabodohmu(ketidakpedulian)-mu yang selama ini menyelimuti dirimu. Itulah sifatorang-orang arif lagi bijaksana, menjadi rahmat bagi semuanya.Apabila orang bodoh datang kepadamu dan mencariu, redamlah iadengan penuh kedewasaan serta keteguhan hatimu. Hati putera Imran, tidaklahkamu sadari bahwa ilmu Allah yang kamu miliki hanya sedikit saja.Sesungguhnya menutup-nutupi kekurangan yang ada pada dirimu atau bersikapsewenang-wenang adalah menyiksa dirimu sendiri.Janganlah kamu buka pintu ini jika kamu tidak bisa menguncinya. Janganpula kamu kunci pintu ilmu ini jika kamu tidak tahu bagaimana membukanya, haiputera Imran. Barang siapa suka menumpuk-numpuk harta benda, dia sendiribakal mati tertimbun dengannya hingga dia merasakan akibat darikekuasaannya.Namun, semua hamba yang mensyukuri semua karunia Allah sertamemohon kesabaran atas ketentuan-ketentuan-Nya, dialah hamba yang zuhuddan patut diteladani. Bukankah orang seperti itu mampu mengalahkan nafsusyahwatnya dan dapat memerangi bujuk rayu setan? Dan dia pula orang yangmengetahui buah dari ilmu yang selama ini dicarinya.Segala amal kebajkikannya akan dibalas dengan pahala di akhirat.Sedangkan kehidupan dunianya akan tenteram di tengah-tengah masyarakatyang merasakan jasa-jasanya. Hai Musa, pelajarilah olehmu ilmu-ilmupengetahuan agar kamu dapat mengetahui segala yang belum kamu ketahui,misalnya masalah-masalah yang tidak bisa diomongkan atau dijadikan bahanpembicaraan saja.Itulah pemimpin jalanmu dan orang-orang akan disejukkan hatinya. HaiMusa, putera Imran, jadikanlah pakaianmu bersumber dari dzikir dan fikir sertaperbanyaklah amal kebajikan. Suatu hari kamu tidak akan mampu mengelak dari

kesalahan, maka pintalah keridlaan Allah dengan berbuat kebajikan, karenasaat-saat tertentu akalmu pasti akan melanggar aturan-Nya.Sekarang telah kupenuhi kehendakmu untuk memberi pesan-pesankepadamu. Omonganku ini tidak akan sia-sia bila kamui menurutinya.”
(Diambil dari
Kitab Tahzibul Asma
Jus 1 Halaman 176-177;
Shahih Muslim fi Syarkin Nawawi

Jus 15 Halaman 135-136
;

Ruhul Mu’ni
Jus 25 Halaman 223;
Fathul Bari
Jus6 Halaman 310

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.